Asyiknya Menyantap Nasi Gandul, Hidangan Tradisional Khas Semarang

Sejak dulu sampai sekarang, Semarang dikenal sebagai kota yang memiliki berbagai macam obyek wisata kuliner. Ada banyak sekali makanan, khususnya makanan tradisiona yang dapat dijumpai sekaligus dicicipi dan dinikmati kelezatannya di kota yang memiliki status sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah ini. Semua selalu siap memanjakan lidah pelancong.

Nasi gandul

Diantara sekian banyak kekayaan kuliner yang dimiliki Semarang, salah satunya adalah nasi istimewa yang dinamakan nasi gandul. Cita rasanya sangat lezat menggugah selera. Apalagi saat melihat penampakannya yang beraneka warna, pasti akan membuat siapa saja menjadi merasa penasaran dan ingin segera mencicipinya.

Setelah itu dijamin akan menjadi ketagihan dan tidak akan menolak ketika mendapat tawaran untuh menambah lagi porsinya. Dinamakan dengan sebutan nasi gandul, karena santapan ini selalu dilengkapi dengan kuah khusus yang dinamakan kuah gandul.

Selain rumah makan dan warung kaki lima, tidak sedikit hotel di Semarang yang memilih sajian ini sebagai menu utama bagi para tamu dan pengunjung. Harganya juga tidak terlalu mahal, kurang lebih antara 15 hingga 30 rupiah per satu porsi. Tetapi tentu saja apabila sudah di hotel, harga murah tersebut pasti akan menjadi lebih mahal.

Bumbu-bumbu dan teknik penyajian

Nasi gandul merupakan hidangan tradisional yang biasanya disantap untuk makan pagi atau siang dan malam. Lauk utamanya terbuat dari bahan daging sapi yang dipotong-potong kecil yang diolah dengan berbagai macam bumbu-bumbu yang sangat lengkap. Diantaranya yaitu lengkuas, daun salam, serai, garam, gula merah, kecap manis dan minyak goreng.

Selain itu masih ditambah lagi dengan bawang putih, bawang merah, kemiri, kencur, merica, ketumbar dan pala bubuk. Sedangkan kuahnya memakai santan kelapa sebagai bahan utama pembuatannya.

Banyaknya bumbu yang digunakan untuk memasak nasi gandul membuat kelezatan hidangan ini terasa makin sedap dan nikmat. Apalagi jika disantap dalam kondisi masih hangat. Selain itu meski jumlah bumbu yang digunakan sangat banyak, namun teknik pengolahannya cukup sederhana saja dengan cara dihaluskan kemudian dimasukan dalam rebusan kuah.

Biasanya nasi gandul dihidangkan di atas piring, tetapi sebelumnya dikasih lapisan lebih dulu dari daun pisang. Sehingga cita rasanya selalu terasa alami menyegarkan. Karena itulah tidak mengherankan jika masakan ini sangat disukai oleh banyak orang.

Penggemarnya tidak hanya dari Semarang saja namun juga dari kota-kota lain, terutama para pecinta wisata kuliner yang sangat menyukai masakan tradisional bercitarasa segar dan gurih. Apalagi masakan ini bisa disantap bersama lauk tambahan seperti tahu goreng, tempe goreng dan sebagainya. Dengan adanya lauk tambahan inilah nasi gandul mempunyai warna dengan berbagai macam rupa.