Belajar Sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Monumen Palagan Ambarawa

Ambarawa adalah sebuah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Selain Ambarawa, Ungaran merupakan ibukota Kabupaten Semarang. Berbeda dengan Kota Semarang, Kabupaten Semarang lebih berhawa sejuk karena lokasinya berada di kawasan pegunungan.

Kecamatan Ambarawa mempunyai cerita khusus yang mewarnai sejarah perjuangan bangsa melawan kolonial Belanda. Jejaknya dapat wisatawan lihat dari keberadaan Museum Palagan Ambarawa, Museum Kereta Api Ambarawa dan Benteng Willem I.

Daerah ini menjadi titik penting yang menghubungkan jalur rel kereta api di wilayah Jawa Tengah hingga Yogyakarta melalui Magelang. Jalur kereta ini pernah hidup hingga tahun 1977, menghubungkan Semarang – Ambarawa – Magelang. Tetapi saat ini tidak dioperasikan lagi dan menjadi obyek wisata sejarah Museum Kereta Api Ambarawa.

Kecamatan Ambarawa jadi saksi sejarah perjalanan perlawanan pejuang Indonesia melawan kolonial Belanda. Adanya peristiwa sejarah ini kemudian diabadikan dalam bentuk Monumen Palagan Ambarawa. Monumen ini merupakan simbol untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa yang terjadi pada tanggal 12 – 15 Desember 1945 Ambarawa.

Saat itu asukan Sekutu yang terdesak dari Magelang kemudian mengadakan pengunduran ke Ambarawa. Ppasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat, cikal bakal TNI) yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman berhasil menghancurkan Sekutu pada 15 Desember 1945, di mana kini diperingati sebagai Hari Infanteri.

Relief sejarah

Monumen Palagan Ambarawa dibangun pada awal masa pemerintahan Presiden Soeharto, tahun 1973 dan akan diresmikan pada 15 Desember 1974. Di dinding monumen ini traveler bisa melihat relief sejarah pertempuran di Ambarawa.

Selaiun itu di sini pengunjung bisa menemukan beberapa peninggalan pemerintahan Jepang dan Belanda. Antara lain terlihat di koleksi seragam para tentara Jepang dan Belanda, senjata perang, seragam tentara Indonesia, dan barang bersejarah lain.

Di monumen ini juga terdapat beberapa tank kuno, kendaraan angkut personil dan meriam yang digunakan dalam pertempuran tersebut. Salah satu koleksi lainnya yang menarik adalah pesawat Mustang Belanda yang berhasil ditembak pasukan Indonesia kemudian jatuh dalam Rawa Pening.

Di hari libur atau akhir pekan, Monumen Palagan Ambarawa kerap menjadi destinasi wisata pendidikan dan sejarah parapelajar atau rombongan sekolah sebab memiliki nilai edukasinya. Selain itu banyak pula wisatawan umum yang tertarik menikmati berbagai koleksi di museum ini.

Monumen Palagan Ambarawa berada di Jalan Mgr Sugiyopranoto, Kelurahan Pajang. Untuk menuju ke Ambarawa bisa dari Kota Semarang, cari kendaraan umum menuju ke Ambarawa. Untuk tiket masuknya cukup murah, hanya Rp 5.000 per orang.