Kampung Palebon, Kampung Wisata Budaya yang Lagi Hits di Semarang

Kemajuan teknologi terbukti dapat mendorong kreativitas dan sedikit banyak mempengaruhi cara masyarakat melakukan perjalanan wisata. Berbicara tentang wisata di Kota Semarang yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah, ada banyak tawaran objek wisata yang sudah dikenal di masyarakat.

Tapi saat ini ada beberapa tempat wisata baru yang bermunculan, yang secara tidak langsung muncul sebagai imbas kemajuan teknologi smartphone.Salah satunya adalah Kampung Seni Palebon. Kampung ini mendadak hits khususnya bagi anak muda pencinta selfie dan gemar mempostingnya di sosial media seperti Instagram.

Keistimewaan Kampung Seni Palebon

Kampung Seni Palebon adalah kampung yang lingkungannya marak dengan seni lukisan tiga dimensi. Hal ini tampak di dinding tembok gang misalnya, atau di dinding rumah penduduk. Blusukan ke Kampung Seni Palebon menyenangkan karena sepanjang jalan mata kita akan dimanjakan dengan lukisan warna-warni tembok warga.

Lukisannya terdiri dari beragam bentuk. Bahkan banyak di antaranya yang menerapkan gaya tiga dimensi. Sehingga penampilannya terlihat lebih hidup dan menarik dipandang oleh mata. Selain itu saat diunggah ke media sosial, pasti akan mengundang decak kagum bagi siapa saja yang melihatnya.

Tak pelak, kampung ini pun langsung menjadi serbuan anak muda atau wisatawan yang suka berselfie. Hal ini juga tidak lepas dari peran Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang kali pertama mengunggah foto-foto tentang Kampung Seni Palebon ini di Instagram pribadinya.

Seni lain

Tak hanya seni lukis, Kampung Seni Palebon juga menghadirkan seni lain seperti karawitan, tari, hingga hasil kerajinan. Sejak tahun 2010-an, warga setempat mengembangkan kesenian dan kerajinan.

Awalnya hal ini hanya sebagai ajang untuk berkegiatan maupun berkumpul warga setempat. Embrio berkembangnya seni di sini tak lepas dari keberadaan Pondok Seni milik warga yang memang sudah ada sejak lama.

Seni mural sendiri baru ada sejak sekitar dua tahun terakhir. Biaya untuk mewujudkan seni ini merupakan hasil dari swadaya warga. Pelukisnya pun warga sendiri terutama anak-anak mudanya yang memang sangat kreatif. Ada tembok sepanjang 150 meter yang dilukis oleh warga sendiri. Tak hanya tembok, jalan di gang berupa paving block pun juga tak luput dari lukisan tangan-tangan kreatif.

Selain lebih terlihat enak dipandang mata serta terlihat nyeni, menyatukan seni dengan tata kota semacam ini juga membuat kampung terlihat rapi. Di sisi lain, kegiatan untuk melukis tembok secara bersama-sama ini mampu menumbuhkan semangat kegotong-royongan warga. Dan yang pasti, adanya kunjungan wisata budaya di kampung ini pasti akan ikut membantu perekonomian masyarakat setempat.