Mencicipi Lezat dan Sedapnya Hidangan Mie Kopyok Pak Dhuwur Semarang

Wisata kuliner kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah biasanya selalu diidentikan dengan tahu gimbal dan lumpia. Padahal selain kedua masakan tersebut, sebenarnya masih banyak sekali kekayaan kuliner lain yang dapat dijumpai di kota yang terletak di daerah pesisir utara Pulau Jawa ini. Sebut saja Mie Kopyok yang sesuai namanya dibuat dari bahan mie.

Mie Kopyok Pak Dhuwur

Bicara tentang masakan Mie Kopyok, salah satu tempat terbaik untuk menikmatinya berada di Jl. Tanjung No. 18 A, Sekayu, Kalurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Di tempat ini terdapat sebuah warung makan yang sangat legendaris, bernama Mie Kopyok Pak Dhuwur.

Disebut legendaris sebab Mie Kopyok Pak Dhuwur telah ada di lokasi tersebut sejak puluhan tahun lalu. Sebelumnya seorang pria yang namanya Harso Dimono mencari berusaha mencari nafkah dengan berjualan masakan mie kopyok sekitar tahun 1970. Ketika itu dia menjajakan dagangannya dengan gerobak dorong, lalu keliling dari satu kampung ke kampung lain.

Kemudian pada tahun 1980, Harso Dimono memutuskan untuk berjualan di satu tempat saja dengan cara membuka lapak warung makan di Jalan Tanjung, Semarang. Karena di lokasi ini sudah banyak pedagang lain yang sama-sama berjualan mie kopyok, sebagian besar pembeli atau pelanggannya berusaha membedakan warung mie kopyok milik Harso Darsono.

Oleh karena Harso Dimono memiliki postur tubuh yang cenderung tinggi atau jangkung, lalu banyak pelanggannya yang menyebut warung mie kopyok miliknya melalui sebutan Warung Mie Kopyok Pak Dhuwur dan hal ini terus berlangsung sampai saat ini. Dalam bahasa Jawa, kata ‘dhuwur’ mengandung arti tinggi atau jangkung.

Keistimewaan Mie Kopyok Pak Dhuwur

Sekarang, Warung Mie Kopyok Pak Dhuwur Semarang dikelola oleh putra Harso Dimono. Meski demikian resep masakannya tetap menggunakan resep lama. Sehingga citarasa beserta kelezatan dan kesedapannya tidak pernah mengalami perubahan apalagi berkurang.

Dilihat secara sekilas, sebenarnya penampakan Mie Kopyok Pak Dhuwur hampir sama persis dengan Mie Kocok dari Bandung. Namun ada satu perbedaan yang sangat mencolok, terletak pada isiannya. Mie Kocok Bandung dikasih tambahan daging kikil, sedangkan Mie Kopyok Pak Dhuwur tidak ada tambahannya sama sekali.

Isian dari Mie Kopyok Pak Dhuwur hanya terdiri dari mie, lontong, tahu pong, daun seledri, tauge dan bawang goreng. Setelah itu dikasih arak atau kerupuk gendar yang sudah diremah-remah menjadi potongan-potongan kecil. Terakhir, diberi siraman kuah.

Kuah untuk hidangan ini tidak mengandung daging seperti pada masakan mie lainnya. Kaldu kuah Mie Kopyok Pak Dhuwur hanya berasal dari bumbu dan rempah-rempah saja. Hasilnya, selain lezat dan sedap kuliner khas Semarang yang satu ini tidak memunculkan aroma amis, sehingga terasa sangat segar di mulut.