Taman Pandanaran Tempat Rekreasi dan Liburan Cantik di Kota Semarang

Beberapa waktu belakangan ini semakin banyak obyek wisata budaya baru berupa taman kota di Semarang. Satu diantaranya yang sangat pantas untuk dikunjungi karena keindahan beserta keunikannya adalah Taman Pandanaran. Lokasinya berada persis di pertigaan antara Jl. MH. Thamrin dan Jl. Pandanaran.

Selalu ramai oleh wisatawan

Taman ini selesai dibangun pada tahun 2014. Sejak dibuka pertamakali untuk masyarakat dan pelancong, hingga sekarang taman tersebut selalu ramai oleh pengunjung. Apalagi pada sore dan malam hari, khususnya hari libur. Di hari libur tersebut, banyak tamu hotel di Semarang yang ikut penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya.

Bahkan tidak jarang ada pengendara motor yang saat melintas di Jalan Pandanaran atau Jalan MH. Thamrim, selalu melongokan kepala untuk sekedar melihat suasana di taman tersebut. Selain itu tidak jarang ada yang langsung menghentikan kendaraannya dam masuk ke dalam untuk bersantai sejenak.

Hampir tiap waktu, taman tesebut selalu ramai oleh wisatawan yang biasanya datang bersama rombongan entah itu keluarga atau para sahabat. Mereka bermain bersama-sama atau sekedar ngobrol sambil mengaktifkan smartphone-nya. Tidak heran, karena taman ini telah dilengkapi dengan jaringan internet secara wifi dan bisa digunakan secara gratis oleh pengunjung.

Ikon utama

Saat memasuki Taman Pandanaran, mata setiap wisatawan pasti akan langsung tertuju kepada satu patung berukuran besar yang berada tepat di tengah area tersebut. Wujudnya sangat unik, dimana tubuhnya menyerupai tubuh kambing. Tetapi lehernya mirip dengan leher hewan onta dan kepalanya merupakan perwujudan dari kepala naga.

Bagi masyarakat Semarang, wujud dari patung ini pasti tidak akan dianggap aneh lagi karena sudah dijadikan sebagai maskot wisata kota tersebut. Oleh warga setempat, patung ini sering disebut sebagai Warag Ngendok.

Sebenarnya, Warag Ngendok hanya merupakan hewan fiktif atau imaginer saja namun punya nilai falsafah yang sangat tinggi. Keberadaannya tidak lain adalah simbol dari persatuan dan kesatuan masyarakat Semarang yang pada zaman dulu terdiri dari tiga etnis. Tubuh kambing mewakili suku pribumi Jawa, leher onta lambang warga keturunan Arab dan naga tidak lain adalah simbol keturunan Tionghoa.

Selain memiliki ukuran yang sangat besar, patung Warag Ngendok yang terpasang megah di Taman Pandanaran ini selalu menjadi daya tarik utama setiap pengunjung yang datang. Tidak jarang diantara mereka yang memilihnya sebagai latar belakang pemotretan dan selfie.

Satu hal yang lebih unik lagi, bagian bawah dari dinding penyangga patung Warag Ngendok ini difungsikan sebagai toilet. Jadi wisatawan tidak perlu bingung ketika ingin buang air kecil atau air besar saat berada di taman tersebut.